Minggu, 01 April 2012

Kiai Muhammad Saleh Darat Semarang: Guru Para Ulama dan RA Kartini

Oleh Devi Anggraini Oktavika / Wartawan Republika

Ia mempelopori penulisan tafsir Alquran dan buku agama berbahasa Jawa.
Guru para ulama. Julukan itu tampaknya begitu layak disematkan kepada Kiai Muhammad Saleh Darat Semarang. Betapa tidak. Ulama besar di abad ke-19 M itu adalah seorang guru yang berhasil mencetak ulama dan tokoh-tokoh terkemuka di Tanah Air, seperti KH Hasyim Asy'ari (pendiri Nahdlatul Ulama), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), dan Raden Ajeng Kartini (pahlawan nasional Indonesia).
Kiai Muhammad Saleh mendirikan sebuah pesantren di sebuah daerah pesisir bernama Darat, Semarang. Ia kemudian akrab disapa “Kiai Saleh Darat Semarang” atau “Muhammad Saleh Darat as-Samarani.” Pesantren itu telah menjadi kawah candradimuka yang mampu mencetak para ulama terkemuka di Indonesia.
Saleh Darat dilahirkan pada 1820 M, di salah satu sudut kecil Kota Jepara, desa Kedung Cumpleng. Ayahnya bernama KH Umar, seorang ulama yang pernah bergabung dengan pasukan Pangeran Diponegoro dalam perjuangan melawan penjajahBelanda.
Layaknya anak kiai pada umumnya, Saleh menghabiskan masa kecil dan remajanya dengan belajar Alquran, juga berbagai ilmu agama. Mula-mulaia belajar pada KH Syahid (ulama besar di Pati Jawa Tengah), lalu ayahnya membawanya untuk nyantripada beberapa kiai besar di Semarang, seperti KH Muhammad Saleh Asnawi Kudus, KH Ishaq Damaran, KH Abu Abdillah Muhammad Hadi Banguni, KH Ahmad Bafaqih Ba’lawi, dan KH Abdul Gani Bima.
Usai menimba ilmu di Semarang, Saleh diajak ayahnya ke Singapura, dan ke Makkah untuk berhaji beberapa tahun kemudian. Ayahnya wafat di Makkah, dan Saleh memutuskan untuk menetap dan belajar di sana.
Selama di Tanah Suci, ia berguru kepada sejumlah ulama terkemuka, seperti; Syekh Muhammad al-Murqi, Syekh Muhammad Sulaeman Hasbullah, Syekh Sayid Muhammad Zein Dahlan, Syekh Yusuf al-Misri, danSyekh Jamal Mufti Hanafi. Sedangkan teman belajarnya antara lain KH Muhammad Nawawi Banten (Syekh Nawawi al-Jawi) dan KH Cholil Bangkalan.
Setelah beberapa tahun belajar di kota suci pertama umat Islam itu, Saleh mendapat pengakuan dari gurunya. Berbekal otaknya yang encer, ia dipercaya untuk menjadi pengajar di Makkah. Di sanalah ia menjadi guru seorang calon ulama besar saat itu, Hasyim Asy’ari, salahsatu murid asal Indonesia.

Kiai Saleh Darat kembali ke tanah kelahirannya, Semarang. Ia lalu mengabdikan dirinya untuk mengajarkan ilmu agama yang dikuasainya dengan mendirikan pesantren di daerah yang namanya melekat pada nama Saleh kemudian. Di sana, ia banyak melakukan dakwah dan pengajian Alquran.
***
Pada satu hari, pengajian Kiai Saleh yang digelar di Pendopo Kesultanan Demak dihadiri seorang perempuan keturunan priyayi Jepara. Ialah Raden Ajeng Kartini, yang saat itu tengah berkunjung ke kediaman pamannya, Ario Hadiningrat, sang Bupati Demak.
Kala itu, Kiai Saleh mengupas makna surah al-Fatihah. Kartini yang tertarikpada cara Saleh menguraikan makna ayat-ayat tersebut meminta agar Alquran diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa.
"Tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya," kata Kartini, seperti dikutip dalam sebuah catatan kaki buku Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basral (2010).
Ide Kartini disambut gembira oleh Kiai Saleh Darat, meski ia tahu itu bisa membuatnya dipenjara. Maklum,pada masa itu pemerintah Hindia-Belanda melarang segala bentuk penerjemahan Alquran. Kitab tafsir Alquran berbahasa Jawa segera dikerjakannya.
Agar tidak dicurigai penjajah, Kiai Saleh menggunakan huruf Arab gundul atau tanpa harakat (pegon) yang disusun membentuk kata-kata dalam bahasa Jawa. Alquran terjemahan ke dalam bahasa Jawa itu diberi judul Faid Ar-Rahman.
Kitab tafsir dan terjemahan yang disusunnya itu menjadi kitab tafsir berbahasa Jawa pertama di Nusantara yang ditulis dalam aksara Arab. Setelah dicetak, Saleh menghadiahkan satu eksemplar kitabtersebut pada Kartini saat menikah dengan Bupati Rembang, Raden Mas Joyodiningrat.
***
Saat menerima Alquran terjemahan bahasa Jawa itu, dengan perasaan senang Kartini berucap, "Selama ini surah al-Fatihah gelap artinya bagi saya. Saya tidak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini, dia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kiai (Saleh Darat) telah menerangkan dalam bahasa Jawa yang saya pahami."
Terbantu memahami lebih banyak isi Alquran, Kartini terpikat pada satu ayat yang menjadi favoritnya, yakni"Orang-orang beriman dibimbing Allah dari kegelapan menuju cahaya"dalam ayat ke-257 surah al-Baqarah. Oleh sastrawan Sanusi Pane, judul buku kumpulan surat Kartini dalam bahasa Belanda Door Duisternis Tot Licht diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang, mengacu pada ayat favoritnya itu.
Sejak itu Saleh banyak menulis buku menggunakan tulisan Arab pegon, dan hampir semuanya berbahasa Jawa. Ia hanya sedikit menulis buku berbahasa Arab karena ingin tulisannya dapat dipahami dan dicerna dengan baik oleh masyarakat. Ia adalah ulama pertamadi Jawa Tengah yang mempelopori penulisan buku agama berbahasa Jawa sehingga buku-bukunya sangat digemari masyarakat awam.
Di antara penggemarnya adalah sejumlah pesantren di Jawa Tengah yang menjadikan karya Kiai Saleh sebagai buku ajar. Kiai Saleh memberi kontribusi yang luar biasa dalam menyediakan referensi pelajaran keislaman yang ‘dekat’dengan masyarakat.
Karya-karyanya yang terkenal antaralain: Kitab Majmu’ah asy-Syari’ah al-Kafiyah li al-‘Awwam (Buku Kumpulan Syariat yang Sesuai bagi Orang Awam), Kitab al-Hikam (Buku tentangHikmah), Minhaj al-Atqiya’ (Jalan Orang-orang Bertakwa), Kitab Manasik al-Hajj (Buku tentang Manasik Haji), Kitab Lata’if at-Taharah (Buku tentang Rahasia Bersuci), Kitab Pesalatan (Kitab tentang Shalat), dan Kitab Asrar as-Salah (Buku tentang Rahasia Shalat).
Hingga kini, buah karya Saleh Darat masih diterbitkan ulang di Semarang.Buku-buku itu khususnya digunakandi kalangan pesantren dan jamaah majelis taklim di berbagai pelosok Jawa Tengah. Melalui buku-bukunya itu, juga pesantren yang pernah dibinanya, pemikiran Kiai Saleh Darat tetap hidup di kalangan umat Islam di wilayah yang pernah menjadi ladang dakwahnya.
Ia dikenal sebagai sosok ulama yang sederhana dan bersahaja. Meski begitu, ia mampu melahirkan sejumlah ulama besar Indonesia. Selain KH Hasyim Asy’ari KH dan Ahmad Dahlan, sederet nama yang pernah menjadi murid Saleh Darat adalah KH Mahfudz (pendiri Pondok Pesantren Termas, Pacitan), KH Idris (pendiri Pondok Pesantren Jamsaren,Solo), KH Sya’ban (ulama ahli falak di Semarang), KH Muhammad Dasuki (penghulu Tafsir Anom ke-22 KeratonSurakarta Hadiningrat), dan KH Dalhar (pendiri Pesantren Watucongol, Muntilan, Magelang).
Kiai Saleh Darat tutup usia pada 18 Desember 1903. Ia wafat dalam usia 83 tahun. Dalam sebuah sambutan pada pelepasan jenazahnya di serambi Masjid Agung Surakarta, seorang kiai berkata, “Simbah Kiai mirip yang disabdakan Rasulullah SAW saat ditanya salah seorang sahabat tentang manusia terbaik, (Rasulullah menjawab) ‘Mereka yang panjang umurnya dan baik amalnya’ (HR Tirmidzi).”
Kiai Saleh Darat adalah ulama panutan. Teladan bagi para ulama di zaman modern ini. Jasa dan pengabdiannya bagi agama dan bangsa sungguh begitu besar.

Sabtu, 31 Maret 2012

RA Kartini dan Islam

Oleh Teguh Setiawan/Wartawan Senior Republika
Dalam suratnya kepada Stella Zihandelaar bertanggal 6 November 1899, RA Kartini menulis;
Mengenai agamaku, Islam, aku harusmenceritakan apa? Islam melarang umatnya mendiskusikan ajaran agamanya dengan umat lain. Lagi pula, aku beragama Islam karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, jika aku tidak mengerti dan tidak boleh memahaminya?
Alquran terlalu suci; tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun, agar bisa dipahami setiap Muslim. Di sini tidak ada orang yang mengerti Bahasa Arab. Di sini, orang belajar Alquran tapi tidak memahami apa yang dibaca.
Aku pikir, adalah gila orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibaca. Itu sama halnya engkaumenyuruh aku menghafal Bahasa Inggris, tapi tidak memberi artinya.
Aku pikir, tidak jadi orang soleh pun tidak apa-apa asalkan jadi orang baik hati. Bukankah begitu Stella?
RA Kartini melanjutkan curhat-nya, tapi kali ini dalam surat bertanggal 15 Agustus 1902 yang dikirim ke Ny Abendanon.
Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlu dan manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Alquran, belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya.
Jangan-jangan, guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepada aku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa. Kita ini teralu suci, sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.

Namun, Kartini tidak menceritakan pertemuannya dengan Kyai Sholeh bin Umar dari Darat, Semarang -- lebih dikenal dengan sebutan Kyai Sholeh Darat. Adalah Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat, yang menuliskan kisah ini.
Takdir, menurut Ny Fadihila Sholeh, mempertemukan Kartini dengan Kyai Sholel Darat. Pertemuan terjadi dalam acara pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat, yang juga pamannya.
Kyai Sholeh Darat memberikan ceramah tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertegun. Sepanjang pengajian, Kartini seakan tak sempat memalingkan mata dari sosok Kyai Sholeh Darat, dan telinganya menangkap kata demi kata yang disampaikan sang penceramah.
Ini bisa dipahami karena selama ini Kartini hanya tahu membaca Al Fatihah, tanpa pernah tahu makna ayat-ayat itu.
Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Sang paman tak bisa mengelak, karena Kartini merengek-rengek seperti anak kecil. Berikut dialog Kartini-Kyai Sholeh.
"Kyai, perkenankan saya bertanya bagaimana hukumnya apabila seorang berilmu menyembunyikan ilmunya?" Kartini membuka dialog.
Kyai Sholeh tertegun, tapi tak lama."Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?" Kyai Sholeh balik bertanya.
"Kyai, selama hidupku baru kali ini aku berkesempatan memahami makna surat Al Fatihah, surat pertama dan induk Al Quran. Isinya begitu indah, menggetarkan sanubariku," ujar Kartini.
Kyai Sholeh tertegun. Sang guru seolah tak punya kata untuk menyela. Kartini melanjutkan; "Bukanbuatan rasa syukur hati ini kepada Allah. Namun, aku heran mengapa selama ini para ulama melarang keraspenerjemahan dan penafsiran Al Quran ke dalam Bahasa Jawa. Bukankah Al Quran adalah bimbingan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?"
Dialog berhenti sampai di situ. Ny Fadhila menulis Kyai Sholeh tak bisa berkata apa-apa kecuali subhanallah.Kartini telah menggugah kesadaran Kyai Sholeh untuk melakukan pekerjaan besar; menerjemahkan Alquran ke dalam Bahasa Jawa.
Setelah pertemuan itu, Kyai Sholeh menerjemahkan ayat demi ayat, juz demi juz. Sebanyak 13 juz terjemahan diberikan sebagai hadiahperkawinan Kartini. Kartini menyebutnya sebagai kado pernikahan yang tidak bisa dinilai manusia.
Surat yang diterjemahkan Kyai Sholeh adalah Al Fatihah sampai Surat Ibrahim. Kartini mempelajarinya secara serius, hampirdi setiap waktu luangnya. Sayangnya, Kartini tidak pernah mendapat terjemahan ayat-ayat berikut, karena Kyai Sholeh meninggal dunia.
Kyai Sholeh membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Barat (baca: Eropa) berubah. Perhatikan surat Kartini bertanggal 27 Oktober 1902 kepada Ny Abendanon.
Sudah lewat masanya, semula kami mengira masyarakat Eropa itu benar-benar yang terbaik, tiada tara. Maafkan kami. Apakah ibu menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik yang indah dalam masyarakat ibu terdapatbanyak hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban.
Tidak sekali-kali kami hendak menjadikan murid-murid kami sebagai orang setengah Eropa, atau orang Jawa kebarat-baratan.
Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis; Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra Islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang Islam sebagai agama disukai.
Lalu dalam surat ke Ny Abendanon, bertanggal 1 Agustus 1903, Kartini menulis; " Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu Hamba Allah .

Rabu, 21 Maret 2012

KEUTAMAAN ABU BAKAR SHIDDIQ RA

Dalam Raudahatul Muhibbin menceritakan tentang Abu Bakar ra bahwa ketika shahabat Abu Bakar diangkat menjadi khalifah, disebutkan setiap hari sesudah menunaikan shalat shubuhnya, dia selalu keluar. Kepergiannya ini diperhatikan oleh Umar Ibn Khattab. Ternyata Abu Bakar pergi ke sebuah kemah yang ada di salah satu pekampungan kaum muslimin, dan Umar mengikutinya. Setelah Abu Bakar keluar dari kemah itu, kemudian Umar masuk ke dalam kemah itu, tanpa sepengetahuan Abu Bakar. Ternyata di dalamnya Umar mendapatkan seorang wanita yang tua renta, dan tidak memiliki keluarga lagi.

Umar pun bertanya, "Wahai hamba perempuan Allah, siapakah engkau?". Wanita tua renta itu menjawab, "Aku seorang nenek yang tunanetra, lemah, lagi tak berdaya, serta tanpa keluarga", jawabnya. "Lalu apa keperluan orang yang selalu datang kepadamu ini?". Ia menjawab, "Aku tidak mengenalnya", ucapnya. Umar bertanya, "Mengapa dia datang kemari?". Wanita renta menjawabnya, "Dialah yang membuat makanan bagi kami, membersihkan rumah, dan memerah susu kambing buat kami", tambah wanita renta itu. Mendengaqr jawaban wanita itu, Umar menangis sejadi-jadinya, dan mengeluarkan kata-kata, "Wahai Abu Bakar, kalau demikian, engkau akan membaut mereka yang diangkat menjadi khalifah sesudahmu benar-benar kepayahan (untuk mengikuti langkahmu).

Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, pernah bertanya, "Apakah ada seseorang diantara kalian yang puasa hari ini? Abu Bakar menjawab, "Saya!". Rasul bertanya, "Adakah seseorang diantara kalian lyang mengeluarkan shadaqah pada hari ini?".Abu Bakar menjawab, "Saya!". Rasul shallahu alaihi wa sallam, bertanya, "Adakah seseorang diantara kalian yang menjenguk orang sakit?". Abu Bakar kembali menjawab,"Saya!". Maka Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, bersabda, "Tidak lah sekali-kali semua pekerti ini terhimpun dalam diri seseorang dalam hari yang sama, melainkan dia pasti masuk surga". (HR.Muslim).

Jumat, 09 Maret 2012

6 Bahasa Cinta Ayah dan Anak Perempuan

Menjadi orang tua adalah peran yang penuh kebahagiaan, tapi penuh tanggung jawab. Peran yang tidak mudah ini juga sering kali berhadapan dengan kondisi yang dilematis. Apakah kita ingin menjadi orangtua yang otoriter atau permisif? Karena sebenarnya untuk membentuk karakter anak diperlukan keseimbangan ketegasan, disiplin, rendah hati, dan berpikiran positif. Semua ini bisa diwujudkan dengan komunikasi yang terbuka antara anak dengan orang tua.

Kadang-kadang, komunikasi antara ayah dengan anak perempuan memiliki friksi tersendiri. Padahal ayah adalah karakter pria pertama yang dikenali anak perempuan. Bagaimana nantinya anak perempuan mendefinisikan pria, pembelajaran pertamanya didapat dari ayah. Pola interaksi yang terjadi antara ayah dengan anak perempuan ini akan membentuk anak perempuan kita menjadi perempuan yang percaya diri, berkarakter, dan berani membuat pilihan terutama ketika tiba waktunya memilih pasangan hidup.

Meski tak ada rumus baku untuk menciptakan hubungan ayah dengan anak perempuan yang harmonis, karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, simak bahasa cinta yang bisa membuat anak perempuan kita memiliki karakter yang lebih matang.

1. Perlakukan anak perempuan kita sesuai dengan usianya, karena tak selamanya dia menjadi putri kecil kesayangan. Jika kita terus menganggapnya seperti anak kecil atau putri kecil, maka dia tidak akan pernah benar-benar menjadi pribadi yang matang. Biarkan anak perempuan kita tumbuh sesuai umurnya dan menghadapi segala tanggung jawab yang memang sudah harus diterima. Dengan demikian dia akan merasa dihargai dan menghargai dirinya sendiri.

2. Berbicaralah dengan terbuka , jangan hanya mendengarkan tapi cobalah mengerti apa yang diinginkannya. Jangan bicara dengan nada memerintah, karena bukan itu satu-satunya cara membuat kita berwibawa. Lagipula gaya bicara yang keras atau dengan nada memerintah tidak akan membuat anak menyimpan pesan yang kita sampaikan dalam waktu lama, serta membuatnya tidak percaya diri. Sampaikan pendapat dengan tenang dan ajak mereka masuk dalam penjelasan rasional yang kita berikan. Sehingga mereka tidak merasa dihambat atau dilarang.

3. Biarkan anak perempuan kita menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang memutuskan sesuatu berdasarkan kesadaran diri bukan karena impulsivitas semata. Ayah boleh saja memberikan opini, tapi bukan berarti memaksa anak agar mengikuti keinginannya. Karena tanpa disadari, ketika anak berani memilih maka dia akan berani bertanggung jawab atas pilihannya.

4. Ayah perlu menunjukkan bahwa ia selalu menghormati perempuan . Caranya, dengan memperlakukan isteri, ibu, atau saudara perempuannya dengan hormat. Dengan begitu anak perempuan kita akan memilih pendamping yang memang menghargai perempuan, tidak sekadar cinta buta.

5. Jangan segan untuk mengekspresikan cinta pada anak perempuan. Merasakan cinta yang tulus dari ayah, akan membuat anak perempuan merasa aman dan percaya pada kita sebagai orangtua serta teman. Ini yang kemudian secara alami membentuk interaksi yang hangat antara ayah dan anak perempuan.

6. Ajari anak perempuan kita akan prinsip diri . Kita tidak akan bisa 24 jam penuh mendampingi anak perempuan kita, maka bekali mereka dengan prinsip diri yang kuat. Dengan begitu, mereka tidak akan mudah diperdaya oleh iming-iming teman-temannya. Anak perempuan kita pun semakin menjadi perempuan yang matang dengan prinsip hidup yang kuat.

Di saat anak kita memiliki konsep dan interaksi hubungan yang baik dengan ayahnya, ini akan ditularkan pada anak-anaknya kelak. Inilah warisan yang akan selalu berharga sepanjang generasi.
(Prevention Indonesia Online/Siagian Priska)

Selasa, 06 Maret 2012

Cara Alami Atasi Sakit Kepala

SAKIT kepala merupakan salah satu jenis penyakit yang kerap mengganggu aktivitas. Jika Anda tidak menyukai jenis obat dokter, sakit kepala bisa dihalau dengan cara-cara alami berikut.
1. Terkadang dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala. Untuk itu segeralah duduk dan minumlah segelas air mineral secara perlahan.
2. Minyak peppermint merupakan salah satu yang dapat menenangkan saraf. Jika sakit kepala datang, berikan pijatan lembut dengan minyak peppermint pada bagian kening, kepala dan pelipis selama 15 menit.
3. Stres dan tegang terkadang juga bisa mendatangkan rasa sakit di kepala. Jika hal itu terjadi pada Anda, tarulah kantong yang berisi es di kepala, bahu, dan belakang leher selama satu menit secara bergantian.
4. Radiasi yang disebabkan oleh komputer dan jenis perangkat elektronik sejenis lainnya merupakan musuh bagi kesehatan mata. Jika sakit kepala sedang melanda, sebaiknya kurangi aktivitas di depan komputer. Karena sinar radiasi turut menyumbang jenis penyakit yang satu ini.
5. Hindari jenis makanan maupun minuman yang mengandung pemanis, pengawet, dan pewarna buatan. (*/OL-06)

sumber : Media Indonesia

Minggu, 04 Maret 2012

10 Alasan Islam Mengharamkan Daging Babi

Ajaran Islam mengharamkan umatnya mengkonsumsi daging babi dan atau memanfaatkan seluruh anggota tubuhbabi. Berikut sepuluh alasan mengapa babi diharamkan.
Pertama, babi adalah container (tempat penampung) penyakit.
Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti Cacing pita (Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru(Paragonimus pulmonaris), Cacing usus (Fasciolopsis buski), Cacing Schistosoma (japonicum), Bakteri Tuberculosis (TBC), Bakteri kolera (Salmonella choleraesuis), Bakteri Brucellosis suis, Virus cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii
Kedua, daging babi empuk .
Meskipun empuk dan terkesan lezat, namun karena banyak mengandung lemak, daging babi sulit dicerna. Akibatnya, nutrien (zat gizi) tidak dapat dimanfaatkan tubuh.
Ketiga, menurut Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urinebabi merembes ke dalam daging . Akibatnya, daging babi tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.
Keempat, Lemak punggung (back fat) tebal dan mudah rusak oleh proses ransiditas oksidatif (tengik), tidak layak dikonsumsi manusia .
Kelima, babi merupakan carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza) .
Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia.
Keenam, menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris), radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.
Ketujuh, Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman) menulis bahwa Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh.
Ditambah cacing babi Mengakibatkan penyakit kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rheumatic serta virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang di musim panas karena medium (dibawa oleh) babi.
Kedelapan, penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyebutkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus danusus besar.
Kesembilan, Dr Muhammad Abdul Khair (penulis buku : Ijtihaadaat fi at Tafsir Al Qur’an al Kariim) menuliskan bahwa daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan Trachenea lolipia . Cacing tersebut berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi.
Kesepuluh, DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi dapat menular ke manusia. Beberapa sifat buruk babi seperti, Binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya, Kemudian kerakusannya tidak tertandingi hewanlain, serta suka memakan bangkai dankotorannya sendiri dan Kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada di tempat yang basah dan kotor. Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali. Lebih lanjut Kadang ia mengencingi pakannya terlebih dahulu sebelum dimakan.
Selain kesepuluh alasan diatas ternyata ada beberapa penyakit lain yang dapat disebabkan oleh babi seperti kholera babi (penyakit menularberba-haya yang disebabkan bakteri), keguguran nanah (disebabkan bakteriprosilia babi), kulit kemerahan yang ganas (mematikan) dan menahun, Penyakit pengelupasan kulit, dan Benalu Askaris, yang berbahaya bagi manusia

Sabtu, 03 Maret 2012

Penyebab Kehancuran Tiga Imperium Islam Raksasa

Oleh Heri Ruslan
Selama tiga abad -- 1500 hingga 1800 M – peradaban Islam masih memiliki tiga kekuatan yang tersebar di Turki, Persia, dan India. Di Istanbul,Turki berdiri sebuah kerajaan besar yang juga sempat menjadi adikuasa selama lebih dari 600 tahun bernama Turki Usmani atau Ottoman.
Turki Usmani disegani dan memiliki pengaruh yang begitu hebat setelah menaklukan Bizantium pada 1453 M. Sebagai adikuasa, Kesultanan Turki Usmani mampu menguasai sebagian benua Asia, Eropa, dan Afrika. Puncakkeemasannya dicapai pada era kepemimpinan Sultan Sulaiman I (1520-1566M).
Di Persia, berdiri sebuah kerjaaan Islam yang besar yakni Safawi. Kerajaan ini dididirikan oleh Syah Isma’il pada 1501 M di Tabriz, Iran. Ia memproklamirkan Syiah Isna Asyariyah sebaga agama negara.
Di India, berdiri kerjaan Islam bernama Mogul yang berkuasa dari abad ke-16 hingga 19 M. Kesultanan itu didirikan oleh Zahiruddin Muhammad Babur -- keturunan Timur Lenk, penguasa Islam asal Mongol. Pada era keemasannya, Kerajaan Mogul berperan besar dalam mengembangkan agama Islam,ilmu pengetahuan, sastra, hingga arsitektur.
Jatuhnya tiga raksasa
• Kerajaan Safawi
Kerajaan Safawi mulai mengalami kemuduran sejak Abas I turun tahta. Enam raja penggantinya tak mampu mendongkrak kemajuan, malah menunjukkan pelemahan dan kemunduran. Pada era kekuasaan Safi Mirza, Kerajaan safawi mulai menukik. Safi Mirza yang juga cucu Abbas I, dikenal sangat kejam terhadap pembesar-pembesar kerajaan. Berbagai kota dan wilayah yang dikuasai Safawi mulai terlepas.
Setelah itu, Safawi dipimpin Sulaiman seorang raja pemabuk. Ia bertindak kejam terhadap para pembesar kerajaan. ‘’Akibatnya, rakyat masa bodoh terhadap pemerintahan,’’ papar Prof Badri Yatim. Selain itu, Safawi pun harus berhadapan dengan pemberontakan yang dilakukan bangsa Afghan.
Terlebih lagi, Kerjaan Safawi kerap berkonfrontasi dengan Kerajaan Turki Usmani. ‘’Dekadensi moral yang melanda sebaian pemimpin Safawi turut mempercepat kehancuran kerajaan,’’ ungkap Prof Badri Yatim. Sultan Sulaeman adalah seorang pecandu berat narkotika dan senang kehidupan malam.
• Kerajaan Mugal
Setelah satu setengah abad mencapai masa keemasan, Kerajaan Mugal di India akhirnya meredup danhingga akhirnya hancur. Kerjaaan itu hancur pada 1858 M. Faktornya penyebabnya, menurut Prof Badri yatim, antara lain:
1. Stagnasi pembinaan kekuatan militer. Akibatnya operasi militer Inggris tak terpantau. Kekuatan militer di laut dan darat Kerajaan Mugal menurun.
2. Kemerosotan moral dan hidup mewah di kalangan elite politik dan menyebabkan pemborosan keuangan negara.
3. Pendekatan Aurangzeb yang terlampau ‘’kasar’’ dalam melaksanakan ide-ide puritan, sehingga konflik agama sangat sukardiatasi.
4. pewaris tahta kerajaan pada paruh akhir adalah figur-figur yang lemah dalam bidang kepemimpinan.
• Kerajaan Usmani
Menurut Prof Badri Yatim, adikuasa dunia, Kerajaan Turki Usmani juga mengalami kehancuran karena berbagai faktor:
1. Wilayah kekuasaan yang sangat luas. Sehingga administrasi pemerintahan menjadi rumit dan tak beres. Di sisi lain, para penguasanya memiliki ambisi yang besar untuk memperluas wilayah kekuasaan.
2. Heterogenitas penduduk. Akibat menguasai wilayah yang luas, Turki Usmani mengendalikan berbagai etnis pendduk. Heteroginitas itu memicu banyaknya pemberontakan.
3. Kelemahan para penguasa. Sepeninggal Sulaiman Al-Qanuni, Turki Usmani dipimpin sultan-sultan yang lemah, baik keperibadian, maupun kepemimpinan. Akibatnya pemerintahan menjadi kacau.
4. Budaya pungli. Perbuatan pungli melemahkan kekuatan kerajaan. Setiap orang yang menginginkan jabatan harus menyuap atau membayar uang pelicin.
5. Merosotnya ekonomi. Peperangan yang terus dilakukan membuat perekonomian merosot. Pendapatan berkurang, sementara belanja untung perang terus menguras anggaran negara.
6. Stagnasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan yang telah dicapai dalam ilmu pengetahuan dan teknologi tak dikembangkan para penguasa terakhir. Akibatnya, Turki Usmani kalah canggih dari segi persenjataan dibandingkan negara-negara Barat

Minggu, 26 Februari 2012

Lima Cara Salah Mendidik Anak

Menjadi orang tua memang tidak mudah, butuh kesabaran dalam membesarkan dan mendidik anak. Tapi, jika cara Anda salah, itu juga berakibat fatal dan buruk untuk masa depannya.
Terkadang tanpa Anda sadari, sikap dan cara didik kepada anak justru membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangkan mereka.
Berikut ini ada 5 cara mendidik anak yang dianggap salah, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (10/2).
Tidak ada waktu
Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja disekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke Anda dan masalah itu bisa cepat diselesaikan.
Terlalu royal memberi hadiah
Sebaiknya Anda tidak terlalu mudah memberikan anak hadiah apalagi jika tidak didukung prestasi yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja memberi mereka hadiah, tentunya dengan memberi pengertian apabila prestasi di sekolah bagus, minimal nilaipelajaran mereka baik.
Membandingkan-bandingkan
Banyak orang tua yang membandingkan anak mereka denganorang lain, baik itu saudara, teman atau teman sekelas. Kondisi itu akan membuat meereka semakin merasa tidak layak. Anda harus tahu, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, jadi lebih baik Anda memberi motivasi dan dukungan terhadap potensi yangada padanya.
Terlalu dibebani
Anak juga butuh istirahat dan di charge . Ibarat baterai, kegiatan yang padat setelah sekolah seperti les, kursus dan lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka waktu menyalurkan hobi, apakah olahraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.
Terlalu menuntut
Ujian adalah saat-saat paling tidak menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena Anda menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa membuat mereka semakin stres. Seharusnya, yakinkan anak Anda dan motivasi mereka bahwa nilai jelek bukan akhir dari semuanya, karena masih ada kesempatan lain.

Jumat, 10 Februari 2012

Mukjizat Azan

Oleh Dr. Mohamad Daudah
Oleh: Shahid Bin Wahid
Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap Maha yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.
Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah faktayang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
Begitu fajar fajar menyingsing di sisi timur Sulawesi, di sekitar 5:30 waktu setempat, maka adzan subuh mulai dikumandangkan. Ribuan Muadzin di kawasan timur Indonesia mulai mengumandangkan tauhid kepada yang Maha Kuasa, dan risalah Muhammad saw.
Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segerabergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.
Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam.Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.
Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam.Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama.Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.
Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.
Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, makamuadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.
Jika kita merenungkan fenomena ini dengan serius dan seksama, maka kitamenyimpulkan fakta yang luar biasa, yaitu: Setiap saat ribuan muadzin —jika bukan ratusan ribu— di seluruh dunia mengumandangkan keesaan Allah yang Maha Kuasa dan kenabian Nabi Muhammad saw di muka bumi ini! Insya’allah, adzan (panggilan universal) lima kali sehari ini akan terus berlangsung sampai hari kiamat, Amin.

Senin, 06 Februari 2012

Kue Tart Untuk Istri

Pak Abdul ingat sebentar lagi hari ulang tahun istrinya, seperti biasanya dia selalu member kejutan-kejutan kecil untuk istrinya itu. Hal seperti ini bagus buat kita tiru, tentu saja sang istri senang bukan kepalang kalau suami tercinta mengingat hari-hari istimewanya, terutama hari ulang tahun.

Maklum saja Pak Abdul tipe suami yang setia, dia sangat mencintai istrinya yang sudah sekian lama bersedia mendampingi hidupnya baik susah maupun senang.

Selesai mengajar di kelas, tidak seperti biasanya Pak Abdul langsung beres-beres hendak segara pulang. Dia bermaksud memesan kue tart buat kejutan istrinya.  Temen-teman guru lainnya heran ada apa gerangan, sebab biasanya Pak Abdul menyempatkan diri untuk ngobrol sebentar dengan sejawat guru sambil saling lempar lelucon.

“Mau kemana Pak Abdul, kok keliatan terburu-buru ?”  Tanya salah seorang teman nya.
“Ah, biasa aja… di rumah saya lagi ada anak mertua sama anak-anaknya ….” Jawab Pak Abdul santai.
Haha… yang dimaksud Pak Abdul anak mertuanya yaa istrinya sendiri …..

Selesai pamitan Pak Abdul segera ke parkiran motor, langsung ditunggangi motor kesayangannya, maklum hadiah dari mertua tercinta.. Pasang konci motor, diselah dan berangkatlah Pak Abdul. Sampai di gerbang sekolah seperti biasanya lapor ke satpam.

“Maaf Pak Abdul… itu lampu depan motornya kapan pecahnya?” Tanya pak Satpam tiba-tiba.
Tentu saja Pak Abdul kaget, dan langsung merunduk kedepan melihat kaca lampu depan motornya.
“Ah Pak Satpam, ngga pecah kok.. ini masih utuh ..”
“Maksud saya kapan pecahnya… mau sekarang apa besok ?” kata pak satpam sambil tangannya seolah-olah mengayun pentungan kea rah lampu motor.
“Somprettttt…. Hahaha… saya kira beneran “ ujar Pak Abdul kesal dikerjain pak satpam.

Pak Abdul lantas berangkat, keluar dari gerbang sekolah, tekatnya bulat mau beli kue tart untuk ulang tahun istrinya.

Sesampai di kios kue, Pak Abdul segera memesan kue tart yang menurutnya akan disukai istrinya.

“Apa yang hendak ditulis pada tart ini, pak?” tanya si gadis manis yang melayani kepada Pak Abdul.

“Mmmm, tulis saja ‘Sayang, kamu tidak bertambah tua’ di bagian atas, kemudian sambung dengan ‘Sayang, kamu cuma bertambah cantik’ di bagian bawah…” kata Pak Abdul

Esoknya, Pak Abdul datang mengambil tartnya dan terus membawa pulang ke rumah untuk dipersembahkan kepada isterinya yang tersayang di hadapan tamu-tamu yang lain.

Dan ketika tart itu dibuka di depan isteri dan tetamu undangan yang lain, Pak Abdul  hampir pingsan ketika membaca tulisan yang tertera di tart itu:

“SAYANG, KAMU TIDAK BERTAMBAH TUA DI BAGIAN ATAS.

SAYANG, KAMU CUMA BERTAMBAH CANTIK DI BAGIAN BAWAH.”

Istri: ?????????????

Senin, 30 Januari 2012

SUNNAH MEMBACA DO’A QUNUT

Hukum membaca Doa Qunut di dalam Mazhab Syafie adalah Sunat Ab'adh (sangat dianjurkan). Terdapat banyak hadits sohih yang menunjukkan bahwa Rasulullah membaca Doa Qunut pada waktu Solat Subuh antaranya :

"Dia telah ditanya adakah Nabi membaca qunut pada Solat Subuh ? Jawabnya : Ya, kemudian ditanya lagi. Adakah qunut itu sebelum rukuk ? Jawabnya : Selepas sedikit daripada rukuk.

Disebutkan oleh Imam An Nawawi (Mujtahid Fatwa dalam Mazhab Syafie) dalam kitab Al-Majmu' syarah Muhazzab jilid 3 hlm.504, maksudnya:

"Dlm mazhab Syafie disunatkan qunut pada solat subuh sama ada ketika turun bencana atau tidak. Dgn hukum inilah berpegang mayoritas ulama salaf dan orang-orang yang sesudah mereka atau kebanyakan dari mereka.

Ini diriwayatkan oleh Baihaqi dgn sanad-sanad yg sahih. Banyak orang yg termasuk tabi'in dan yg sesudah mereka berpendapat demikian. Inilah juga mazhab Ibnu Abi Laila, Hasan, Ibnu Salah, Malik dan Daud."

Hadits dari Anas ra.
“Bahwa Nabi saw. pernah qunut selama satu bulan sambil mendoakan kecelakaan atas mereka kemudian Nabi meninggalkannya. Adapun pada shalat subuh, maka Nabi melakukan qunut hingga beliau meninggal dunia” 

Hadits ini diriwayatkan oleh sekelompok huffadz dan mereka juga ikutmeriwayatkannya dan mereka juga ikut menshahihkannya. Diantara ulama yangmengakui keshahihan hadis ini adalah Hafidz Abu Abdillah Muhammad ali al-balkhidan Al-Hakim Abu Abdillah pada beberapa tempat di kitabnya serta imam Baihaqi.Hadits ini juga turut di riwayatkan oleh Darulquthni dari beberapa jalan dengansanad-sanad yang shahih.


Menurut Imam Ahmad, membaca doa qunut tidak disunnahkan meski demikian, andai imam melakukan qunut pada shalat shubuh maka seharusnya makmum tetap mengikuti qunut imam dan mengaminkan doanya sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ahmad dalam rangka menjaga persatuan kaum muslimin.

Minggu, 29 Januari 2012

Detik-detik Nabi Muhammad SAW Menjelang Ajalnya

Rasulullah SAW Mengingatkan kita sewaktu sakratul maut.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskandua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku,akan bersama-sama masuk surga bersama aku.”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itudengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
“Rasulullah akan meninggalkan kitasemua,” desah hati semua sahabat kala nitu. Manusia tercinta itu, hampirusai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepahkurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”.”Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru Sekali ini aku melihatnya,”tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagiandemi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatulmaut,” kata Rasulullah, Fatimah punmenahan ledakan tangisnya.
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillahJibril yang sebelumnya sudah bersiapdi atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.” Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan
kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah
bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.”Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai dingin, kakidan
dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya.”Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Diluar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali
mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii!” – “Umatku, umatku, umatku”
Dan, berakhirlah hidup manusia muliayang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?Allaahumma sholli ‘alaa Muhammadwa’alaihi wasahbihi wasallim. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita

Jumat, 27 Januari 2012

Peristiwa Karbala dalam Pandangan Ahlus Sunnah

Lokasi Karbala di Irak


Berikut ini kami sajikan sebuah kajian mengenai sejarah dalam Islam oleh Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat dalam memandang persoalan Peristiwa Karbala yang menewaskan salah satu cucu Nabi Muhammad, Husain bin Ali bin Abi Thalib:
Urgensi Sanad
Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan dalam kitab Aqidah al-Wasithiyyah: “Ahlus-Sunnah menahan lidah dari permasalahan atau pertikaian yang terjadi diantara para Sahabat radhiyallahu ‘anhum. Dan mereka juga mengatakan: ‘Sesungguhnya riwayat-riwayat yang dibawakan dan sampai kepada kita tentang keburukan-keburukan para Sahabat radhiyallahu ‘anhum (pertikaian atau peperangan) ada yang dusta dan ada juga yang ditambah, dikurangi dan dirubah dari aslinya (serta ada pula yang shahih-pen). Riwayat yang shahih menyatakan, bahwa para Sahabat radhiyallahu ‘anhum ini ma’dzûrûn (orang-orang yang diberi udzur). Baik dikatakan karena mereka itu para mujtahid yang melakukan ijtihad dengan benar ataupun juga para mujtahid yang ijtihadnya keliru.’”1
Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah memposisikan riwayat-riwayat ini. Ketiga riwayat ini bertebaran dalam kitab-kitab tarikh (sejarah). Dan ini mencakup semua kejadian dalam sejarah Islam, termasuk kisah pembunuhan Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma di Karbala. Sebagian besar riwayat tentang peristiwa menyedihkan ini adalah kebohongan belaka. Sebagian lagi dha’if dan ada juga yang shahih. Riwayat yang dinyatakan shahih oleh para ulama ahli hadits yang bersesuaian dengan kaidah ilmiah dalam ilmu hadits, (maka) inilah yang wajib dijadikan pedoman dalam mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Dari sini, kita dapat memahami betapa sanad itu sangat penting untuk membungkam para pendusta dan membongkar niat busuk mereka.
Sufyan ats-Tsauri rahimahullah mengatakan; “Sanad itu senjata kaum Muslimin, jika dia tidak memiliki senjata lalu apa yang dia pergunakan dalam berperang?” Perkataan ini diriwayatkan oleh al-Hâkim dalam kitab al-Madkhal.
‘Abdullah bin Mubârak rahimahullah mengatakan; “Sanad ini termasuk bagian dari agama. kalau tidak ada isnad, maka siapapun bisa berbicara semaunya.” Perkataan ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqaddimah kitab Shahih Beliau rahimahullah.
Di tempat yang sama, Imam Muslim rahimahullah juga membawakan perkataan Ibnu Sîrin; “Dahulu, mereka tidak pernah bertanya tentang sanad. Ketika fitnah mulai banyak, mereka mengatakan; ‘Sebutkanlah nama orang-orangmu yang meriwayatkannya!’”
Kronologi Terbunuhnya Husain radhiyallahu ‘anhu
Berkait dengan peristiwa Karbala, Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan; “Orang-orang yang meriwayatkan pertikaian Husain radhiyallahu ‘anhu telah memberikan tambahan dusta yang sangat banyak, sebagaimana juga mereka telah membubuhkan dusta pada peristiwa pembunuhan terhadap ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu, sebagaimana mereka juga memberikan tambahan cerita (dusta) pada peristiwa-peristiwa yang ingin mereka besar-besarkan, seperti dalam riwayat mengenai peperangan, kemenangan dan lain sebagainya. Para penulis tentang berita pembunuhan Husain radhiyallahu ‘anhu, ada diantara mereka yang merupakan ahli ilmu (ulama) seperti al-Baghawi rahimahullah dan Ibnu Abi Dun-ya dan lain sebagainya. Namun demikian, diantara riwayat yang mereka bawakan ada yang terputus sanadnya. Sedangkan yang membawakan cerita tentang peristiwa ini dengan tanpa sanad, kedustaannya sangat banyak.”2
Oleh karenanya, dalam pembahasan tentang peristiwa ini perlu diperhatikan sanadnya.
Riwayat Shahih tentang Peristiwa Karbala
Riwayat yang paling shahih ini dibawakan oleh Imam al-Bukhâri, nomor 3748:
“Aku diberitahu oleh Muhammad bin Husain bin Ibrâhîm, dia mengatakan; aku diberitahu oleh Husain bin Muhammad, kami diberitahu oleh Jarîr dari Muhammad dari Anas bin Mâlik radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan; ‘Kepala Husain dibawa dan didatangkan kepada ‘Ubaidullah bin Ziyâd3. Kepala itu ditaruh di bejana. Lalu ‘Ubaidullah bin Ziyâd menusuk-nusuk (dengan pedangnya) seraya berkomentar sedikit tentang ketampanan Husain. Anas radhiyallahu ‘anhu mengatakan; ‘Diantara Ahlul-Bait, Husain adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Saat itu, Husain radhiyallahu ‘anhu disemir rambutnya dengan wasmah (tumbuhan, sejenis pacar yang condong ke warna hitam).’”
Kisahnya, Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhuma tinggal di Makkah bersama beberapa Shahabat, seperti Ibnu ‘Abbâs dan Ibnu Zubair radhiyallahu ‘anhuma. Ketika Muawiyah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia pada tahun 60 H, anak Beliau Yazîd bin Muâwiyah menggantikannya sebagai imam kaum Muslimin atau khalifah. Saat itu, penduduk Irak yang didominasi oleh pengikut ‘Ali radhiyallahu ‘anhu menulis surat kepada Husain radhiyallahu ‘anhu meminta Beliau radhiyallahu ‘anhu pindah ke Irak. Mereka berjanji akan membai’at Husain radhiyallahu ‘anhu sebagai khalifah karena mereka tidak menginginkan Yazîd bin Muâwiyah menduduki jabatan khalifah. Tidak cukup dengan surat, mereka terkadang mendatangi Husain radhiyallahu ‘anhu di Makkah, mengajak Beliau radhiyallahu ‘anhu berangkat ke Kufah dan berjanji akan menyediakan pasukan. Para Sahabat seperti Ibnu Abbâs radhiyallahu ‘anhuma kerap kali menasehati Husain radhiyallahu ‘anhu agar tidak memenuhi keinginan mereka, karena ayah Husain radhiyallahu ‘anhu, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, dibunuh di Kufah dan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu khawatir mereka membunuh Husain radhiyallahu ‘anhu juga disana. Husain radhiyallahu ‘anhu mengatakan; “Saya sudah melakukan istikharah dan akan berangkat kesana.”
Sebagian riwayat menyatakan bahwa Beliau radhiyallahu ‘anhu mengambil keputusan ini karena belum mendengar kabar tentang sepupunya, Muslim bin ‘Aqil, yang telah dibunuh disana.
Akhirnya, berangkatlah Husain radhiyallahu ‘anhu bersama keluarga menuju Kufah.
Sementara di pihak yang lain, ‘Ubaidullah bin Ziyâd diutus oleh Yazid bin Muawiyah untuk mengatasi pergolakan di Irak. Akhirnya, ‘Ubaidullah dengan pasukannya berhadapan dengan Husain radhiyallahu ‘anhu bersama keluarganya yang sedang dalam perjalanan menuju Irak. Pergolakan ini sendiri dipicu oleh orang-orang yang ingin memanfaatkan Husain radhiyallahu ‘anhu. Dua pasukan yang sangat tidak imbang ini bertemu, sementara orang-orang Irak yang (telah) membujuk Husain radhiyallahu ‘anhu, dan berjanji akan membantu dan menyiapkan pasukan justru melarikan diri meninggalkan Husain radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya berhadapan dengan pasukan ‘Ubaidullah. Sampai akhirnya, terbunuhlah Husain radhiyallahu ‘anhu sebagai orang yang terzhalimi dan sebagai syahid. Kepalanya dipenggal lalu dibawa ke hadapan ‘Ubaidullah bin Ziyâd dan kepala itu diletakkan di bejana.
Lalu ‘Ubaidullah yang durhaka4 ini kemudian menusuk-nusuk hidung, mulut dan gigi Husain radhiyallahu ‘anhu, padahal disitu ada Anas bin Mâlik, Zaid bin Arqam dan Abu Barzah al-Aslami radhiyallahu ‘anhuma. Anas radhiyallahu ‘anhu mengatakan; “Singkirkan pedangmu dari mulut itu, karena aku pernah melihat mulut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium mulut itu!”
Mendengarnya, orang durhaka ini mengatakan; “Seandainya saya tidak melihatmu sudah tua renta yang akalnya sudah rusak, maka pasti kepalamu saya penggal.”
Dalam riwayat at-Tirmidzi dan Ibnu Hibbân dari Hafshah binti Sirîn dari Anas radhiyallahu ‘anhu dinyatakan:
“Lalu ‘Ubaidullah mulai menusukkan pedangnya ke hidung Husain radhiyallahu ‘anhu.”
Dalam riwayat ath-Thabrâni rahimahullah dari hadits Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu:
“Lalu dia mulai menusukkan pedang yang di tangannya ke mata dan hidung Husain radhiyallahu ‘anhu. Aku (Zaid bin Arqam) mengatakan; ‘Angkat pedangmu, sungguh aku pernah melihat mulut Rasulullah (mencium) tempat itu.’”
Demkian juga riwayat yang disampaikan lewat jalur Anas bin Mâlik radhiyallahu ‘anhu:
“Aku (Anas bin Malik) mengatakan kepadanya; ‘Sungguh aku telah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencium tempat dimana engkau menaruh pedangmu itu.’ Lalu Ubaidullah mengangkat pedangnya.”
Demikianlah kejadiannya, setelah Husain radhiyallahu ‘anhu terbunuh, kepala Beliau radhiyallahu ‘anhu dipenggal dan ditaruh di bejana. Dan mata, hidung dan gigi Beliau radhiyallahu ‘anhu ditusuk-tusuk dengan pedang. Para Sahabat radhiyallahu ‘anhuma yang menyaksikan hal ini meminta kepada ‘Ubaidullah, orang durhaka ini, agar menyingkirkan pedang itu, karena mulut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menempel (di) tempat itu. Alangkah tinggi rasa hormat mereka kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan alangkah sedih hati mereka menyaksikan cucu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang kesayangan Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dihinakan di depan mata mereka.
Dari sini, kita mengetahui betapa banyak riwayat palsu tentang peristiwa ini yang menyatakan bahwa kepala Husain radhiyallahu ‘anhu diarak sampai diletakkan di depan Yazid rahimahullah. Para wanita dari keluarga Husain radhiyallahu ‘anhu dikelilingkan ke seluruh negeri dengan kendaaraan tanpa pelana, ditawan dan dirampas. Semua ini merupakan kepalsuan yang dibuat Rafidhah (Syiah). Karena Yazid rahimahullah saat itu sedang berada di Syam, sementara kejadian memilukan ini berlangsung di Irak.
Syaikhul-Islam Taimiyyah rahimahullah mengatakan; “Dalam riwayat dengan sanad yang majhul dinyatakan bahwa peristiwa penusukan ini terjadi di hadapan Yazid, kepala Husain radhiyallahu ‘anhu dibawa ke hadapannya dan dialah yang menusuk-nusuknya, gigi Husain radhiyallahu ‘anhu. Disamping dalam cerita (dusta) ini terdapat isyarat yang menunjukkan bahwa cerita ini bohong, maka (untuk diketahui juga-red) para Sahabat yang menyaksikan peristiwa penusukan ini tidak berada di Syam, akan tetapi di negeri Irak. Justru sebaliknya, riwayat yang dibawakan oleh beberapa orang menyebutkan bahwa Yazid tidak memerintahkan ‘Ubaidullah untuk membunuh Husain.”5
Yazid rahimahullah sangat menyesalkan terjadinya peristiwa menyedihkan itu. Karena Mu’awiyah berpesan agar berbuat baik kepada kerabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka, saat mendengar kabar bahwa Husain dibunuh, mereka sekeluarga menangis dan melaknat ‘Ubaidullah. Hanya saja dia tidak menghukum dan meng-qishash ‘Ubaidullah, sebagai wujud pembelaan terhadap Husain secara tegas.6
Jadi memang benar, Husain radhiyallahu ‘anhu dibunuh dan kepalanya dipotong, tapi cerita tentang kepalanya diarak, wanita-wanita dinaikkan kendaraan tanpa pelana dan dirampas, semuanya dha’if (lemah). Alangkah banyak riwayat dha’if serta dusta seputar kejadian menyedihkan ini sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah diatas.
Kemudian juga, kisah pertumpahan darah yang terjadi di Karbala ditulis dan diberi tambahan-tambahan dusta. Tambahan-tambahan dusta ini bertujuan untuk menimbulkan dan memunculkan fitnah perpecahan di tengah kaum Muslimin. Sebagian dari kisah-kisah dusta itu bisa kita dapatkan dalam kitab Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Minhâjus-Sunnah IV/517 dan 554, 556:
§  Ketika hari pembunuhan terhadap Husain radhiyallahu ‘anhu, langit menurunkan hujan darah lalu menempel di pakaian dan tidak pernah hilang dan langit nampak berwarna merah yang tidak pernah terlihat sebelum itu.
§  Tidak diangkat sebuah batu melainkan di bawahnya terdapat darah penyembelihan Husain radhiyallahu ‘anhu.
§  Kemudian mereka juga menisbatkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebuah perkataan yang berbunyi:“Mereka ini adalah titipanku pada kalian, kemudian Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat; ‘Katakanlah: ‘Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” (QS. asy Syûrâ : 42-23)”Riwayat ini dibantah oleh para ulama diantaranya Ibnu Taimiyyah rahimahullah dengan mengatakan; “Apa masuk di akal, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menitipkan kepada makhluk padahal Allah ‘Azza wa Jalla tempat penitip yang terbaik? Sedangkan ayat diatas yang mereka anggap diturunkan Allah ‘Azza wa Jalla berkenaan dengan peristiwa pembunuhan Husain radhiyallahu ‘anhu, maka ini juga merupakan satu bentuk kebohongan. Karena ayat ini terdapat dalam surat as-Syûrâ dan surat ini Makkiyah. Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan surat ini sebelum Ali radhiyallahu ‘anhu dan Fathimah radhiyallahu anha menikah.”
Husain radhiyallahu ‘anhu Terbunuh sebagai Orang yang Terzhalimi dan Mati Syahid
Ini merupakan keyakinan Ahlus-Sunnah. Pendapat ini berada diantara dua pendapat yang saling berlawanan. Syaikhul-Islam rahimahullah mengatakan; “Tidak disangsikan lagi bahwa Husain radhiyallahu ‘anhuma terbunuh dalam keadaan terzhalimi dan syahid. Pembunuhan terhadap Husain radhiyallahu ‘anhu merupakan tindakan maksiat kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari para pelaku pembunuhan dan orang-orang yang membantu pembunuhan ini. Di sisi lain, merupakan musibah yang menimpa kaum Muslimin, keluarga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan yang lainnya. Husain radhiyallahu ‘anhu berhak mendapatkan gelar syahid, kedudukan dan derajat ditinggikan.”7
Kemudian, di halaman yang sama, Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan bahwa pembunuhan terhadap Husain radhiyallahu ‘anhu tidak lebih besar daripada pembunuhan terhadap para Rasul. Allah ‘Azza wa Jalla telah memberitahukan bahwa Bani Isra’il telah membunuh para Nabi tanpa alasan yang benar. Pembunuhan terhadap para Nabi itu lebih besar dosanya dan merupakan musibah yang lebih dahsyat. Begitu pula pembunuhan terhadap ‘Ali radhiyallahu ‘anhu (bapak Husain radhiyallahu ‘anhuma) lebih besar dosa dan musibahnya, termasuk pembunuhan terhadap ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu juga.
Ini merupakan bantahan telak bagi kaum Syi’ah yang meratapi kematian Husain radhiyallahu ‘anhu, namun, tidak meratapi kematian para Nabi. Padahal pembunuhan yang dilakukan oleh Bani Isra’il terhadap para Nabi tanpa alasan yang benar lebih besar dosa dan musibahnya. Ini juga menunjukkan bahwa mereka bersikap ghuluw (melampau batas) kepada Husain radhiyallahu ‘anhu.
Sikap ghuluw ini mendorong mereka membuat berbagai hadits palsu. Misalnya, riwayat yang menerangkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan, pembunuh Husain radhiyallahu ‘anhu akan berada di tabut (peti yang terbuat dari api), dia mendapatkan siksa setengah siksa penghuni neraka, kedua tangan dan kakinya diikat dengan rantai dari api neraka, ditelungkupkan sampai masuk ke dasar neraka dan dalam keadaan berbau busuk, penduduk neraka berlindung dari bau busuk yang keluar dari orang tersebut dan dia kekal di dalamnya.
Syaikhul-Islam Ibnu Tamiyyah rahimahullah mengomentari riwayat ini dengan mengatakan; “Hadits ini termasuk diantara riwayat yang berasal dari para pendusta.”
Menyikapi Peristiwa Karbala
Menyikapi peristiwa wafatnya Husain radhiyallahu ‘anhu, umat manusia terbagi menjadi tiga golongan. Syaikhul-Islam rahimahullah mengatakan; “Dalam menyikapi peristiwa pembunuhan Husain radhiyallahu ‘anhu, manusia terbagi menjadi tiga, dua golongan yang ekstrim dan satu berada di tengah-tengah.
Golongan Pertama: Mengatakan bahwa pembunuhan terhadap Husain radhiyallahu ‘anhu itu merupakan tindakan benar. Karena Husain radhiyallahu ‘anhu ingin memecah-belah kaum Muslimin. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya):
“Jika ada orang yang mendatangi kalian dalam keadaan urusan kalian berada dalam satu pemimpin lalu pendatang hendak memecah-belah jama’ah kalian, maka bunuhlah dia.”8
Kelompok pertama ini mengatakan bahwa Husain radhiyallahu ‘anhu datang saat urusan kaum Muslimin berada dibawah satu pemimpin (yaitu Yazid bin Muawiyah) dan Husain radhiyallahu ‘anhu hendak memecah-belah umat.
Sebagian lagi mengatakan bahwa Husain radhiyallahu ‘anhu merupakan orang pertama yang memberontak kepada penguasa. Kelompok ini melampaui batas, sampai berani menghinakan Husain radhiyallahu ‘anhu. Inilah kelompok ‘Ubaidullah bin Ziyâd, Hajjâj bin Yusûf dan lain-lain. Sedangkan Yazid bin Muâwiyah rahimahullah tidak seperti itu. Meskipun tidak menghukum ‘Ubaidullah, namun ia tidak menghendaki pembunuhan ini.
Golongan Kedua: Mereka mengatakan Husain radhiyallahu ‘anhu adalah imam yang wajib ditaati; tidak boleh menjalankan suatu perintah kecuali dengan perintahnya; tidak boleh melakukan shalat jama’ah kecuali dibelakangnya atau orang yang ditunjuknya, baik shalat lima waktu ataupun shalat Jum’at dan tidak boleh berjihad melawan musuh kecuali dengan izinnya dan lain sebagainya.9
Kelompok pertama dan kedua ini berkumpul di Irak. Hajjâj bin Yûsuf adalah pemimpin golongan pertama. Ia sangat benci kepada Husain radhiyallahu ‘anhu dan merupakan sosok yang zhalim. Sementara kelompok kedua dipimpin oleh Mukhtâr bin Abi ‘Ubaid yang mengaku mendapat wahyu dan sangat fanatik dengan Husain radhiyallahu ‘anhu. Orang inilah yang memerintahkan pasukannya agar menyerang dan membunuh ‘Ubaidullah bin Ziyad dan memenggal kepalanya.
Golongan Ketiga: Yaitu Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah yang tidak sejalan dengan pendapat golongan pertama, juga tidak dengan pendapat golongan kedua. Mereka mengatakan bahwa Husain radhiyallahu ‘anhu terbunuh dalam keadaan terzhalimi dan mati syahid. Inilah keyakinan Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, yang selalu berada ditengah antara dua kelompok.
Ahlus-Sunnah mengatakan Husain radhiyallahu ‘anhu bukanlah pemberontak. Sebab, kedatangannya ke Irak bukan untuk memberontak. Seandainya mau memberontak, Beliau radhiyallahu ‘anhu bisa mengerahkan penduduk Makkah dan sekitarnya yang sangat menghormati dan menghargai Beliau radhiyallahu ‘anhu. Karena, saat Beliau radhiyallahu ‘anhu di Makkah, kewibawannya mengalahkan wibawa para Sahabat lain yang masih hidup pada masa itu di Makkah. Beliau radhiyallahu ‘anhu seorang alim dan ahli ibadah. Para Sahabat sangat mencintai dan menghormatinya. Karena Beliaulah Ahli Bait yang paling besar.
Jadi Husain radhiyallahu ‘anhu sama sekali bukan pemberontak. Oleh karena itu, ketika dalam perjalanannya menuju Irak dan mendengar sepupunya, Muslim bin ‘Aqîl, dibunuh di Irak, Beliau radhiyallahu ‘anhu berniat untuk kembali ke Makkah. Akan tetapi, Beliau radhiyallahu ‘anhu ditahan dan dipaksa oleh penduduk Irak untuk berhadapan dengan pasukan ‘Ubaidullah bin Ziyâd. Akhirnya, Beliau radhiyallahu ‘anhu tewas terbunuh dalam keadaan terzhalimi dan mati syahid.
Setan Menyebarkan Bid’ah
Syaikhul-Islam mengatakan (10); “Dengan sebab kematian Husain radhiyallahu ‘anhu, setan memunculkan dua bid’ah di tengah manusia.
Pertama: Bid’ah kesedihan dan ratapan para hari ‘Asyûra (di negeri kita ini, acara bid’ah ini sudah mulai diadakan -pen) seperti menampar-nampar, berteriak, merobek-robek, sampai-sampai mencaci-maki dan melaknat generasi Salaf, memasukkan orang-orang yang tidak berdosa ke dalam golongan orang yang berdosa (para Sahabat seperti Abu Bakar dan Umar dimasukkan, padahal mereka tidak tahu apa-apa dan tidak memiliki andil dosa sedikit pun. Pihak yang berdosa adalah yang terlibat langsung kala itu). Mereka sampai mereka berani mencaci Sâbiqûnal-awwalûn. Kemudian riwayat-riwayat tentang Husain radhiyallahu ‘anhu dibacakan yang kebanyakan merupakan kebohongan. Karena tujuan mereka adalah membuka pintu fitnah (perpecahan) di tengah umat.
Kemudian Syaikhul-Islam rahimahullah juga mengatakan; “Di Kufah, saat itu terdapat kaum yang senantiasa membela Husain radhiyallahu ‘anhu yang dipimpin oleh Mukhtâr bin Abi ‘Ubaid al-Kadzdzâb (karena dia mengaku mendapatkan wahyu-pen). Di Kufah juga terdapat satu kaum yang membenci ‘Ali dan keturunan Beliau radhiyallahu ‘anhu. Di antara kelompok ini adalah Hajjâj bin Yûsuf ats-Tsaqafi. Dalam sebuah hadits shahîh dijelaskan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya);
“Akan ada di suku Tsaqif seorang pendusta dan perusak.”
Orang Syi’ah yang bernama Mukhtâr bin Abi ‘Ubaid itulah sang pendusta. Sedangkan sang perusak adalah al-Hajjaj. Yang pertama membuat bid’ah kesedihan, sementara yang kedua membuat bid’ah kesenangan. Kelompok kedua ini pun meriwayatkan hadits yang menyatakan bahwa barangsiapa melebihkan nafkah keluarganya pada hari ‘Asyûra, maka Allah ‘Azza wa Jalla melonggarkan rezekinya selama setahun itu.”
Juga hadits “barangsiapa memakai celak pada hari ‘Asyûra, maka tidak akan mengalami sakit mata pada tahun itu,” dan lain sebagainya.
Kedua: Bid’ah yang kedua adalah bid’ah kesenangan pada hari ‘Asyura. Karena itu, para khatib yang sering membawakan riwayat ini -karena ketidak-tahuannya tentang ilmu riwayat atau sejarah-, sebenarnya secara tidak langsung, masuk ke dalam kelompok al-Hajjâj, kelompok yang sangat membenci Husain radhiyallahu ‘anhu. Padahal wajib bagi kita meyakini bahwa Husain radhiyallahu ‘anhu terbunuh dalam keadaan terzhalimi dan mati syahid. Dan wajib bagi kita mencintai Sahabat yang mulia ini dengan tanpa melampaui batas dan tanpa mengurangi haknya, tidak mengatakan Husain radhiyallahu ‘anhu seorang Imam yang maksum (terbebas dari semua kesalahan), tidak pula mengatakan bahwa pembunuhan terhadap Husain radhiyallahu ‘anhu itu adalah tindakan yang benar.
Pembunuhan terhadap Husain radhiyallahu ‘anhu adalah tindakan maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.
Itulah sekilas mengenai beberapa permasalahan yang berhubungan dengan peristiwa pembunuhan Husain radhiyallahu ‘anhu. Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan. Kita memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar menghindarkan kita semua dari berbagai fitnah yang disebarkan oleh setan dan para tentaranya.

Selasa, 17 Januari 2012

CONTOH PROPOSAL SPONSORSHIP


1. Pendahuluan : Kreatifitas dalam wadah ajang kreasi PENSI
Budaya berkreatifitas didominasi oleh budaya lisan, dimana dari suatu kreatifitas bahkan potensial muda berikutnya sangat jarang termediasi dengan dokumentasi secara gambar atau tulisan, bahkan pada suatu moment event kegiatan yang menjadi satu (PENSI 2010)dalam bentuk Festival Musik, Seni Theatre dan Film karya Siswa, hal inilah yang yang menjadikan sebuah informasi baru yang disampaikan dari mulut ke mulut dan proses budaya kreatifitas tidak hanya menjadi cerita menjelang tidur saja, tetapi langkah awal kita untuk mendominasi proses transformasi dan edukasi, yang saat ini tidak mudah lagi untuk dilakukan
Event ini, selain fungsi utamanya sebagai ajang unjuk bakat, hal ini sangat mendukung proses awal kita melangkah ke depan untuk masuk dalam metamorfosisnya sebuah perkembangan zaman tentunya pada ajang potensial dan budaya yang selalu berkembang ( budaya secara global ) ke dalam format baru yang berlaku, sehingga lebih terdokumentasi, lebih tertata, serta lebih mudah dikomunikasikan atau dipinda akalkan secara terorganisir tanpa meninggalkan kode etik atau tingkat keluhuran dan kearifan nilai budaya yang ada. “PENSI 2010” juga merupakan media komunikasi yang efektif dan efisien antar siswa (pelajar yang mendukung sebuah kreatifitas yang produktif) mempertahankan sebuah kesatuan dan berjalan beringan tentang prosesnya ke semua kalangan pelajar. Sehingga “PENSI 2010” ini akan memelopori sebuah komunikasi dan transformasi budaya lama sampai ke budaya masa kini secara edukatif serta membawa pesan dalam sebuah konteks metamorphosis budaya dan keanekaragaman budaya yang berkembang ( budaya life style, fashion, community, culture, music, sains, dll ) perkembangannya baik secara ‘teks terbuka’ yang mudah didinterprentasikan oleh para pelaku kreatif / penontonnya, para kawua muda/ pelajar. Penuangan kreatifitas dan edukasi dalam satu media atau daam satu buah wadah PENSI 2010 menjadi sebuah alternative yang kreatif untuk mewariskan kearifan budaya berkreatifitas kepada khalayak umum ( berbagai usia dan latar belakang social ) secara terdokumentasi, lebh gaul, lebih edukatif, lebih tepat sasaran, dan lebih bernilai tambah.

2. Tujuan : “PENSI 2010” sebagai Media Pembelajaran dan Mediasi
Penyajian potensial dan seni pertunjukan dalam “PENSI 2010” ini bertujuan :
- Mempertemukan pelaku kreatifitas, khususnya siswa SMA N 3 Magelang.
- Mewariskan nilai-nilai, nuansa, dan cara berpikir orang kreatif ( agar lebih produktif dan tidak hilang ide kreatifnya ). Termasuk memperkenalkan ke-luar biasa-an siswa kreatif SMA N 3 Magelang.
- Sebagai bentuk komunikasi yang efektif untuk proses pengembangan potensi secara kreatif dan inovatif.
- Memberikan peluang promo atau media branding pada kegiatan PENSI 2010 ini bagi para pebisnis / pengusaha di Magelang.





3. Bentuk Kegiatan :
“ PENSI 2010 “

Dengan tema
Perubahan
( Event ini sebagai media komunikasi da menyegarkan kembali sebuah kekayaan kreatifitas yang ada di SMA N 3 Magelang )

Tanggal : 9 Januari 2010
Jam : 07.00- selesai
Tempat : Area Aula SMA N 3 Magelang

Materi kegiatan PENSI 2010 yang akan terselenggara
Kabaret
Parade Musik
Gelar Film Karya Siswa / Movie Maker Competition
Materi acara dan kegiatan berorientasi kepada budaya yang berkembang, seperti :
Kompetisi :
Pertunjukkan Kabaret
Pertujukkan Band antar Kelas
Movie Maker Competition
Materi kegiatan acara ini tidak bersifat menghasut atau menjelek-jelekkan pihak lain serta tidak melanggar norma susila, suku, adat, ras, kelompok, dan agama/ kepercayaan.

4. Donatur dan Sponsorship (Terlampir)

5. Susunan Acara (Terlampir)
6. Target Peserta
Peserta warga SMA N 3 Magelang

7. Estimasi Anggaran (Terlampir)
8. Audience
Sasaran Pensi 2010 adalah komunitas dan masyarakat Magelang sebagai media komunikasi dan edukasi bagi pelajar dan mahasiswa, masyarakat, dan pecinta komunitas, pelaku kreatifitas dari Magelang dan sekitar.

9. Publikasi
- Flyer - Id Card
- Banner - Spot radio
- Backdrop - Spot media massa
- Souvenir - Sms dari provider

10. Tim Kreatif (Terlampir)

11. Penutup
Demikian disampaikan, besar harapan kami untuk terwujud suksesnya kegiatan “PENSI 2010”

Atas segala dukungan dan kerja samanya baik secara materiil maupun spiituil kami ucapkan terima kasih.


Magelang, 10 November 2008
Airtaintment Leader


TTd


Ganang Nevangga Cahya Ardika


SPONSORSHIP / DONATUR

Sponsor Tunggal
Adalah perusahaan yang memberikan atau menyediakan total dana / produksi yang dibutuhkan. Kompensasi dari sponsor tunggal adalad 100% dari jumlah kekurangan dana, yaitu Rp 5.243.000,00. Adapun media kontraprestasi yang ditawarkan adalah :
1. Pihak sponsor berhak mendapatkan posisi sebagai penyelenggara acara yang bekerjasama dengan panitia dalam materi yang akan dipersiapakan oleh panitia, seperti yang tertulis dalam proposal.
2. Pihak sponsor berhak memdominasi nuansa (branding perusahaan) dalam outlet promotion media yang berupa indoor maupun outdoor antara lain : poster,leaflet, spanduk, radio, dan lain-lain.
3. Pemasangan umbul-umbul dan spanduk produk perusahaan (jumlah menyesuaikan) di halaman tempat pertunjukan.
4. Sampling produk selama acara berlangsung dan berhak membuka stan/ counter perusahaan selama acara berlangsung.

Sponsor Utama
Adalah perusahaan yang memberikan atau menyediakan total budget yang telah direncanakan oleh tim produksi (panitia), yaitu kompensasi yang berupa 75 % dari total dana yang dibutuhkan, senilai Rp 3.932.250,00. Adapun media kontraprestasi yang ditawarkan berupa :
1. Pihak sponsor berhak memdominasi nuansa (branding perusahaan) dalam outlet promotion media yang berupa indoor maupun outdoor antara lain : poster,leaflet, spanduk, radio, dan lain-lain.
2. Pemasangan umbul-umbul dan spanduk produk perusahaan (jumlah menyesuaikan) di halaman tempat pertunjukan.
3. Sampling produk selama acara berlangsung dan berhak membuka stan/ counter perusahaan selama acara berlangsung.

Sponsor Premium
Adalah perusahaan yang memberikan atau menyediakan total budget yang telah direncanakan oleh tim produksi (panitia), yaitu kompensasi yang berupa 40 % dari total dana yang dibutuhkan, senilai Rp 2.097.200,00. Adapun media kontraprestasi yang ditawarkan berupa :
1. Pemasangan umbul-umbul dan spanduk produk perusahaan (jumlah menyesuaikan) di halaman tempat pertunjukan.
2. Pencantuman logo/ lambang perusahaan pada media-media promosi, antara lain : poster, booklet, dan lain-lain.

Sponsor Pendamping
Adalah perusahaan yang memberikan atau menyediakan total budget yang telah direncanakan oleh tim produksi (panitia), yaitu kompensasi yang berupa 5 % dari total dana yang dibutuhkan, senilai Rp 262.150,00. Adapun media kontraprestasi yang ditawarkan berupa : Pencantuman logo/ lambang perusahaan pada media-media promosi, antara lain : poster, booklet, dan lain-lain.

Donatur
Adalah pihak perusahaan atau perorangan yang mendukung dan memberikan bantuan sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik. Adapun sumbangan atau tingkay kompensasi bersifat kondisional. Sebagai balas jasa dan ucapan terimakasih dari Tim Kreatif Pensi SMA N 3 Magelang 2009/2010 atas kerjasama dengan pihak donatur, panitia akan mencantumkan nama pada leaflet acara yang akan dibagikan saat acara berlangsung.

Lain-lain
Dengan berpatsisipasi dalam acara ini, segenap panitia dan seluruh pendukung Tim Kreatif Pensi SMA N 3 Magelang 2009/2010 mengucapkan terima kasih kepada pihak sponsorship dan donatur, dan dengan terselenggaranya acara ini pula diharapkan dapat meningkatkan citra dan branding image perusahaan sponsor dan para donator di dalam masyarakat.


PERNYATAAN PERSETUJUAN KERJA SAMA

Yang bertandatangan di bawah ini :
Nama : …………………………….
Alamat : …………………………….
Perusahaan : …………………………….

Menyatakan bersedia menjadi ( SPONSOR …………………. / DONATUR* ) dan setuju dengan kontraprestasi yang ditawarkan serta mematuhi perjanjian dengan Tim Kreatif “PENSI 2010”.
Dan akan menyediakan dana sebesar ……………………………………………………
( Rp ………………. ) dalam bentuk ……………………………………………………..

Magelang, ………….. 20…



(………………………….).





SUSUNAN ACARA
No Waktu Acara PIC Keterangan
1 06.00-06.30 Briefing Chairila Azka N Untuk Band 15 Menit Untuk cabaret 20 menit,dan jika lebih kegiatan harus segera dihentikan oleh panitia CP Kelas selalu mendampingi Syahda (Pendamping CP) dan Pandam (Hunter)
2 06.30-07.30 Absensi, Bagi snack,dan acara siap Sie. Konsumsi
3 07.30-07.45 Sambutan
4 07.45-07.50 Opening
5 07.50-07.55 Band pemenang tahun lalu
6 07.55-08.00 MC
7 08.00-08.10 XI IA-2
8 08.10-08.15 MC
9 08.15-08.25 X-1
10 08.25-08.30 MC
11 08.30-08.40 XII IA-2
12 08.40-08.50 MC
13 08.50-09.10 XII IA-3
14 09.10-09.15 MC
15 09.15-09.25 X-4
16 09.25-09.30 MC
17 09.30-09.40 XII IS-2
18 09.40-09.45 MC
19 09.45-09.55 XI IA-1
20 09.55-10.05 MC
21 10.05-10.25 XI IA-3
22 10.25-10.30 MC
23 10.30-10.40 X-6
24 10.40-10.45 MC
25 10.45-10.55 X-5
26 10.55-11.00 MC
27 11.00-11.10 XII IS-1
28 11.10-11.20 MC
29 11.20-11.40 XI IS-2
30 11.40-11.45 MC
31 11.45-11.55 XI IS-3
32 11.55-12.00 MC
33 12.00-12.15 BREAK TIME
34 12.15-12.35 Guest Star
35 12.35-12.40 MC
36 12.40-12.50 XI IS-1
37 12.50-12.55 MC
38 12.55-13.05 XII IA-1
39 13.05-13.10 MC
40 13.10-13.20 XII IS-3
41 13.20-13.25 MC
42 13.25-13.45 X-2
43 13.45-13.50 MC
45 13.50-14.00 X-3
46 14.00-14.05 MC
47 14.05-14.25 Guest star
48 14.25-14.55 Pengumuman
49 14.55-15.00 Penutup
15.00 Bersih-bersih dan pulang

RENCANA ANGGARAN PENTAS SENI
“ Bigger World, Bigger Dream, Bigger Act for Indonesia ”
SMA Negeri 3 Magelang Jl. Medang No. 17 Phone (0293) 363116
Pemasukan Dana : Rp 7.950.000,00
Pajak 15 % : Rp 1.192.500,00
-
Rp 6.757.500,00
Pengeluaran :
1. Konsumsi
1.1 OSIS Konsumsi : @ Rp 8.000 x 30 : Rp 240.000,00
1.2 MPK Konsumsi : @ Rp 8.000 x 24 : Rp 192.000,00
1.3 Peserta Snack siswa X, XI, XII, Guru, Satpam, Parkir, dll.
: @ Rp 4.000 x 650 : Rp 2.600.000,00
1.4 Juri Konsumsi : @ Rp 8.000 x 6 : Rp 48.000,00
Snack : @ Rp 4.000 x 6 : Rp 24.000,00
1.5 Artis Konsumsi : @ Rp 8.000 x 20 : Rp 160.000,00
Snack : @ Rp 4.000 x 20 : Rp 80.000,00
+
Jumlah : Rp. 3.344.000,00
2. Penggandaan proposal dan surat undangan Rp 141.000,00
3. ID card Panitia dan Stiker 300 buah Rp 500.000,00
4. Award Rp 515.000,00
- Juara I Band Rp 145.000,00
- Juara II Band Rp 120.000,00
- Juara I Kabaret Rp 125.000,00
- Juara I Movie Maker Rp 75.000,00
- Juara II Movie Maker Rp 50.000,00
5. Fee Judge Rp 200.000,00
6. Artis Rp 1.000.000,00
7. Fee MC Rp 400.000,00
8. Sewa alat Band, Sound System, Lighting, Rp 3.000.000,00
Dokumentasi dan Video Shooting
9. Genset Rp 800.000,00
10. Property Panggung Rp 2.000.000,00
11. Keamanan dan kebersihan Rp 100.000,00
+
JUMLAH: Rp 12.000.000,00
Pemasukan Dana: Rp 6.757.000,00

Kekurangan Dana: Rp 5.243.000,00


TIM KREATIF

Airtaintment Leader : Ganang Nevangga Cahya Ardika
Finance Leader : Pandam Agung Ari Wibowo
Admin Office : Nugraheni Dinasari Haryono
Public Relation : Dini Failasufa
Public Promo : Muhammad Imam Iqbal
Public Marketing : Yosia Kusuma Wardhana Siahaan
Logistic : Bayu Ari Handoyo
Artistic Leader : Sani Yudha Febriani
Competition Leader : CROSS SMANAGA
OSIS SMANAGA

SOAL PAT IPS KELAS 9

PENILAIAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN 201 9 -20 20   Mata    Pelajaran                  : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas/Seme...